Cerita Seks Terbaru 2017 Silahkan Baca Sampai Lemas, Di Tulis dan di sadur dari kisah nyata yang beredar di mana-mana, kategori dewasa, cerita ngentot dengan cewek berjilbab hot dewasa seligkuh sekolah masih pakai seragam SMA dan SMP Update Setiap Harim

Cerita Dewasa Hot Gadis Berkerudung Yang Binal

Cerita ml dengan jlbab bobs jilbob yang binal ngentot seks xxx cerita dewasa hot bergambar sexy, cerita ml dengan dinda gadis panas ngentot sex xxx perawan terbaru.




guys .. ini posting pertamaku :) kisah nyataku juga ..
semoga kalian terhibur ..
masih banyak cerita tentang kian

cerita ini berkisah sekitar setahun yang lalu dimana aku (panggil saja aji) masih berpacaran dengan anak yang bernama kian . Kian adalah anak kedua dari empat bersaudara . badannya cukup bisa dibilang seksi dengan bentuk payudara yang kecil namun menggoda pada umurnya yang masih 18 tahun . kian juga mempunyai pipi yang tembem dimana aku sering menggodanya dengan cara mencubitnya, dia tidak lebih tinggi dariku sehingga memudahkanku merangkulnya dari samping .
oiya badanku juga gak kalah seksi hehe :D tinggiku 166 cm dengan wajah cukup lumayan :)
perhatianku ke kian memang sangat besar karena menurutku dia memang wanita yang benar benar mencintaiku apa adanya dengan segala kesabarannya .
meskipun jarang bertemu, namun kami tetap mesra sampai hubungan ini berjalan sekitar setahun . dia acapkali mengirimiku mms tentang foto kegiatannya sehari . hhh mesra banget saat itu .
suatu hari kita memutuskan jalan jalan ke sebuah taman yang sangat luas . letaknya dimana itu privasi kami .. kami saling bercanda karena kami berdua memang tergolong anak yang humoris .
"yank .. cium boleh ?" kataku memecahkan suasana . jujur waktu itu kami sudah cukup lama berpacaran namun belum pernah ciuman secara langsung :3 maklum biasanya ciuman lewat handphone :(
Kian pub hanya bergeleng lucu , ekspresinya aku tau betul kalau dia malu malu tapi mau. tapi coba ku alihkan dengan pembicaraan yang lain .. "emm yaudah nek gitu yank" jawabku cuek
dia memang tak terlihat membutuhkan ciuman saat itu karena ketika dalam kesempatan tersebut aku tiba-tiba langsung menciumnya . nampak kian menghindarinya namun tetap dengan senyum manjanya.
aku pun hanya malu dibuatnya . dipermainkan oleh pacarku sendiri .
setelah berbincang-bincang cukup lama . akhirnya kuberanikan lagi untuk mencium kembali bibirnya .dan akhirnya ..
dia menerima kecupan pertamaku . tapi segera kulepaskan bibirku . aku takut kian akan menamparku .. dan setelah diam beberapa detik akhirnya kucoba mencairkan suasana ..
"yeyy . habis tak cium :p ... enak ?"

"he'em :)" jawabnya dengan tersipu . wah kesempatan nih batinku :D
akhirnya kucoba menciumnya kembali, kudiamkan bibirku bersentuhan dengan bibirnya .. pelan pelan coba kurangsang dia dengan memasukkan lidahku . dan benar saja dia mulai merespon rangsanganku . kulihat sejenak dari matanya yang menikmati permainanku . dia begitu liar memainkan lidahku . sepertinya dia benar benar menikmatinya . . dan tiba tiba ..
"aww . . " teriakku pelan dan kulepaskan bibirku ..
tampak senyum merekah dari kian, karena keusilannya yang menggigit bibirku .
dari situ aku benar-benar yakin dari dia memang sudah berpengalaman .. namun entah kenapa dia belum mau menunjukkannya padaku ..

"yank .. jangan digigit aa sakit tau :/"
"hehe .. iya yank maaf .. maaf :)"
"nek gitu lagi . awas yaa !"
"hehe" ..

akhirnya kembali kuraih bahunya kusandarkan kian dibahuku yang benar-benar memberikan keleluasaan untuk menciumnya . untuk yang selanjutnya ciuman kami benar benar sangat bernafsu .. yang paling kusenangi adalah ketika jeda ciuman kian selalu memberikan senyum lucunya .. yang membuatku semakin bernafsu untuk meneruskan ciumanku ..


saat kembali kuraih bahunya nampak dia merenggangkan tangannya . kuselipkan tanganku untuk memeluknya . tanpa sengaja mengenai payudaranya . hanya tersenggol sih namun bisa kurasakan payudara kian begitu kenyal .. kuulangi hal tersebut beberapa kali . entah dia merasakan apa yang kulakukan padanya atau tidak ..
setelah hari menjelang sore kita pergi pulang kerumah masing-masing ... dan malam harinya aku masih kepikiran kenapa aku tidak meremas saja payudaranya .. karena kesempatan tidak mungkin datang dua kali :(

saat aku melamun . tiba-tiba ada pesan masuk di handphoneku.
" yank.. "
" apa yank ? "
" tadi kita ciuman yaa .. :D? "
" hehe .. iya yank :) "
" :* "
" enak ta yank :) ? "
" enak :D "
" mau lagi ta yank ? :* "
" malu tapii :) "
" hehe .. sayank ini "
" hehe :** .. yank tadi ituku kesenggol "
uhh mati rasanya .. dia merasakan sentuhanku ternyata
" kesenggol apa yank? "
" ituu .. "
" apa yank ? "
" ituuu ... :) "
" hmm ? "
" susuku yank :D "
" loh iya ta yank ? ya ampun maaf ya yank :( aku gak sengaja "
" gapapa kok yank :) "
" maaf ya yank .. "
" iyaaa .. gapapa kok "

akhirnya mulai saat itu aku merasa mungkin dia sudah berpengalaman saat ciuman . namun payudaranya sepertinya baru pertama dipegang oleh orang lain yang dia sayangi. sehingga dia terasa senang ..
disaat itulah mulai ada pikiranku untuk bisa melihat dan meremas payudara si kian . tak lebih dari itu ..

bersambung......




Description: Cerita Dewasa Hot Gadis Berkerudung Yang Binal
Rating: 4.7
Reviewer: Ratna S
ItemReviewed: Cerita Dewasa Hot Gadis Berkerudung Yang Binal

Cerita Seks Gairah Menikmati Anak Ibu Kost Yang Cantik dan Perawan

Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-¬temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan sukahati menempel padaku. 

Aku sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang tuaku maupun orang tuanya sudah setuju kami nanti menikah. Tempat kos-ku dan tempat kos-nya hanya berjarak sekitar 700 m. 

Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar kosnya. Walaupun demikian bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas dengannya. Dalam masalah pacaran, kami sudah saling cium-ciuman, gumul-gumulan, dan remas-remasan. Namun semua itu kami lakukan dengan masih berpakaian. Toh walaupun hanya begitu, kalau “voltase’-ku sudah amat tinggi, aku dapat ‘muntah” juga. Dia adalah seorang yang menjaga keperawanan sampai dengan menikah, karena itu dia tidak mau berhubungan sex sebelum menikah. 



Aku menghargai prinsipnya tersebut. Karena aku belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku belum pernah merasakan memek perempuan.

Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali kolokan, dia juga seorang penakut, sehingga sampai jam 10 malam minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya. Sampai dia berangkat tidur. aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia belajar atau mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya sendiri berukuran cukup besar, yakni 3mX6m. Kamar sebesar itu disekat dengan triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan ukuran 3mX3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain korden.

lbu kost-nya mempunyai empat anak, semua perempuan. Semua manis-manis sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda. Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3 SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih di SMP. Menurut desas-desus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama adalah karena hamil duluan. Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai prestasi. Nama panggilannya Ika. 

Dia dikabarkan sudah pernah hamil dengan pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang playgirl. Walaupun sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng dan menggoda laki-laki lain yang kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng dan bersikap genit dalam menyapaku.

lka memang mojang Sunda yang amat aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm. Kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi. Pinggangnya ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung. 

Pinggulnya besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan montoknya. Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang sudah terbentuk sedemikian indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. 

Lehernya jenjang. Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis yang sexy dan sensual, sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu membuat garis baru, tinggal mengikuti batas bibir yang sudah ada. Rambutnya lebat yang dipotong bob dengan indahnya.

Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Ika sedang mengobrol dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas ‘you can see’ dan rok span yang pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.

“Mas Bob, ngapel ke Mbak Dina? Wah… sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya mau bikin tugas,” sapa Ika dengan centilnya.

“He… masa?” balasku.

“Iya… Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas Bob,” kata Ika dengan senyum menggoda. Edan! Cewek Sunda satu ini benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku tidak menolak nih, he-he-he…

“Ah, neng Ika macam-macam saja…,” tanggapanku sok menjaga wibawa. “Kak Dai belum datang?”

Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika memanggilnya Kak Dai. Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor. Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum obat saja. 

Dan pulang kuliah sampai malam hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk ngobrol. Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya kesempatan belajar?

“Wah… dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan teman Mas Bob buat menemani Ika dong, biar Ika tidak kesepian… Tapi yang keren lho,” kata Ika dengan suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda mi. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hat yang berbahaya.

“Neng Ika ini… Nanti Kak Dainya ngamuk dong.”

“Kak Dai kan tidak akan tahu…”

Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan Sunda macam Ika ini memang enak ditiduri. Enak digenjot dan dinikmati kekenyalan bagian-bagian tubuhnya.

Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai memo dari Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi memo tadi. ‘Mas Bobby, gue ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan Wiwin. Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak pulang. Gue tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina’

Aku mengambil bukuku yang sehari-harinya kutinggal di tempat kos Di. Sambil menyetel radio dengan suara perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ sampai jam sepuluh malam.

Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan luar. Tok-tok-tok…

Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di depan pintu.

“Mbak Di… Mbak Dina…,” terdengar suara Ika memanggil-manggil dan luar. Aku membuka pintu.

“Mbak Dina sudah pulang?” tanya Ika.

“Belum. Hari ini Dina tidak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa?”

“Mau pinjam kalkulator, mas Bob. Sebentar saja. Buat bikin pe-er.”

“Ng… bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali.”

“Beres deh mas Bob. Ika berjanji,” kata Ika dengan genit. Bibirnya tersenyum manis, dan pandang matanya menggoda menggemaskan.

Kuberikan kalkulatorku pada Ika. Ketika berbalik, kutatap tajam-tajam tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya yang melebar dan montok itu menggial ke kiri-kanan, seolah menantang diriku untuk meremas¬-remasnya. Sialan! Kontholku jadi berdiri. Si ‘boy-ku ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak digenjot.

Sepeninggal Ika, sesaat aku tidak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang tidak-tidak itu. Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu.

Tok-tok-tok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok.

“Mas Bob… Mas Bob…,” terdengar Ika memanggil lirih.

Pintu kubuka. Mendadak kontholku mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Ika dengan senyum genitnya. Bajunya bukan atasan ‘you can see’ yang dipakai sebelumnya. Dia menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan ikatan tali ke pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat. 

Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam dan batik bajunya. Sepertinya dia tidak memakai BH. Juga, bau harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam ini tidak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Ika menyempatkan diri memakai parfum. Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink.

“Ini kalkulatornya, Mas Bob,” kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.

“Sudah selesai. Neng Ika?” tanyaku basa-basi.

“Sudah Mas Bob, namun boleh Ika minta diajari Matematika?”

“0, boleh saja kalau sekiranya bisa.”

Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk dan membuka buku matematika di atas meja tamu yang rendah. Ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan sebuah meja pendek dengan di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup dengan sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil.

“Ini mas Bob, Ika ada soal tentang bunga majemuk yang tidak tahu cara penyelesaiannya.” Ika mencari-cari halaman buku yang akan ditanyakannya.

Menunggu halaman itu ditemukan, mataku mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Ika tidak memakai bra. Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan payudaranya kelihatan sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah. Kontholku terasa mengeras dan sedikit berdenyut-denyut.

Halaman yang dicari ketemu. Ika dengan centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian Ika menghitungnya. Sambil menunggu Ika menghitung, mataku mencuri pandang ke buah dada Ika. Uhhh… ranum dan segarnya.

“Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur?” tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya tidak aku tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan.

“Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu Ika bermain-main kalkulator tadi,” jawab Ika dengan tatapan mata yang menggoda.

Hasratku mulai naik. Kenapa tidak kusetubuhi saja si Ika. Mumpung sepi. Orang-orang di rumahnya sudah tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati lampunya. 

Berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan melawanku? jangan-jangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku. Soal tanya Matematika, itu hanya sebagai atasan saja. 

Bukankah dia menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang memamerkan separuh payudaranya? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau tidak menyodorkan din?

Tiba-tiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.

“Mas Bob… ini benar nggak?” tanya Ika.

Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu yang tengah berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya. Tiba-tiba Ika lebih mendekat ke arahku, seolah mau memperhatikan hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat. Akibatnya… gumpalan daging yang membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak, namun ketika dia lebih menekanku terasa lebih kenyal.

Dengan sengaja lenganku kutekankan ke payudaranya.

“Ih… Mas Bob nakal deh tangannya,” katanya sambil merengut manja. Dia pura-pura menjauh.

“Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku,” jawabku.

lka cemberut. Dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali membetulkan yang kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpura-pura saja. Aku merasa semakin ditantang. Kenapa aku tidak berani? Memangnya aku impoten? Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian. Dia menyempatkan pakai parfum. 

Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan gundukan payudara. Dia sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya. Tinggal aku yang jadi penentunya, mau menyia-siakan kesempatan yang dia berikan atau memanfaatkannya. Kalau aku menyia-siakan berarti aku band!

Aku pun bangkit. Aku berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku pura-pura mengawasi dia dalam mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya benar-benar mulus, tanpa goresan sedikitpun. Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak licin mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus.

Kemudian aku menempelkan kontholku yang menegang ke punggungnya. Ika sedikit terkejut ketika merasa ada yang menempel punggungnya.

“Ih… Mas Bob jangan begitu dong…,” kata Ika manja.

“Sudah… udah-udah… Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika,” jawabku.

lka cemberut. Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah tampak menggemaskan. Sungguh sedap sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat. Ika berpura-pura meneruskan pekerjaannya. Aku semakin berani. Kontholku kutekankan ke punggungnya yang kenyal. Ika menggelinjang. Tidak tahan lagi. tubuh Ika kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumat-lumat, sementara kulit punggungnya kuremas-remas. 

Bibir Ika mengadakan perlawanan, mengimbangi kuluman-¬kuluman bibirku yang diselingi dengan permainan lidahnya. Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA sudah sangat mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku.

Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah ke lehernya yang jenjang. Bau harum terpancar dan kulitnya. Sambil kusedot-sedot kulit lehernya dengan hidungku, tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang tidak dilindungi bra itu terasa kenyal dalam remasan tanganku. Kadang-kadang dan batik kain licin baju atasannya, putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan jari-jari tanganku. Puting itu terasa mengeras.

“Mas Bob Mas Bob buka baju saja Mas Bob…,” rintih Ika. Tanpa menunggu persetujuanku, jari-jari tangannya membuka Ikat pinggang dan ritsleteng celanaku. Aku mengimbangi, tall baju atasannya kulepas dan baju tersebut kubebaskan dan tubuhnya. Aku terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun. Buah dadanya yang padat membusung dengan indahnya. 

Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, payudaranya kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya berwarna pink kecoklat-coklatan, sementara puncak bukit payudara di sekitarnya berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit payudaranya.

Celana panjang yang sudah dibuka oleh Ika kulepas dengan segera. Menyusul. kemeja dan kaos singlet kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Ika tertutup oleh rok span ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan bagusnya. Ika pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. 

Di daerah bawah perutnya, celana dalam itu tidak mampu menyembunyikan warna hitam dari jembut lebat Ika yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai jembut Ika tampak keluar dan lobang celana dalamnya.

lka memandangi dadaku yang bidang. Kemudian dia memandang ke arah kontholku yang besar dan panjang, yang menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Perlahan aku mendekatkan badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil mengulum kembali bibirnya yang hangat. Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk leherku sambil membalas kuluman di bibirnya. 

Payudaranya pun menekan dadaku. Payudara itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras terasa benar menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.

Ciumanku berpindah ke leher Ika. Leher mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli dengan bibir dan hidungku. Ika mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi segenap pori-pori kulit lehernya.

“Ahhh… Mas Bob… Ika sudah menginginkannya dan kemarin… Gelutilah tubuh Ika… puasin Ika ya Mas Bob…,” bisik Ika terpatah-patah.

Aku menyambutnya dengan penuh antusias. Kini wajahku bergerak ke arah payudaranya. Payudaranya begitu menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar terpancar dan pori-porinya. Agaknya Ika tadi sengaja memakai parfum di sekujur payudaranya sebelum datang ke sini. Aku menghirup kuat-kuat lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. 

Kemudian wajahku kugesek-gesekkan di kedua bukit payudara itu secara bergantian, sambil hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit payudara. Puncak bukit payudara kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot kuat-kuat payudara itu sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku menjadi sebesar-besarnya. Ika menggelinjang.

“Mas Bob… ngilu… ngilu…,” rintih Ika.

Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit payudara sebelah kirinya dengan gemasnya, sementara puting payudara kanannya kumainkan dengan ujung lidahku. Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi. Kemudian secara mendadak kusedot kembali payudara kanan itu kuat-kuat. 

sementara jari tanganku menekan dan memelintir puting payudara kirinya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang seperti ikan belut yang memburu makanan sambil mulutnya mendesah-desah.

“Aduh mas Booob… ssshh… ssshhh… ngilu mas Booob… ssshhh… geli… geli…,” cuma kata-kata itu yang berulang-ulang keluar dan mulutnya yang merangsang.

Aku tidak puas dengan hanya menggeluti payudara kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti payudara kiri. sementara tanganku meremas-remas payudara kanannya kuat-kuat. Kalau payudara kirinya kusedot kuat-kuat. tanganku memijit-mijit dan memelintir-pelintir puting payudara kanannya. Sedang bila gigi dan ujung lidahku menekan-nekan puting payudara kiri, tanganku meremas sebesar-besarnya payudara kanannya dengan sekuat-kuatnya.

“Mas Booob… kamu nakal…. ssshhh… ssshhh… ngilu mas Booob… geli…” Ika tidak henti-hentinya menggelinjang dan mendesah manja.

Setelah puas dengan payudara, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut Ika yang rata dan berkulit amat mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya. Aku pun berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya. Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke belakang dan meremas-remas pantatnya yang melebar dan menggembung padat. 

Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi pantatnya itu. Perlahan¬-lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas. Dan dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke bawah.

Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke arah dalam dan merangkak naik. 

Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-kanan bibir luar memeknya. Tanganku pun mengelus-elus memeknya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika berinisiatif meremas-remas payudaranya sendiri. Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan ini.

Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke memeknya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku mempermainkan puting payudaranya.

“Au Mas Bob… shhhhh… betul… betul di situ mas Bob… di situ… enak mas… shhhh…,” Ika mendesah-desah sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata. Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi.

Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan lubang anus sampai ke kelentitnya.

Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh memek Ika. Terasa benar bahkan dinding vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya. Sesekali pinggulnya bergetar. Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang memeknya.

“Mas Booob… enak sekali mas Bob…,” Ika mengerang dengan kerasnya. Aku segera memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang memeknya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena ‘G-spot’-nya. Dan berhasil!

“Auwww… mas Bob…!” jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam memek terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf penciumanku.

Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Ika dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Ika. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya. 

Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah serta kuisap-isap perlahan, Ika semakin keras merintih-rintih bagaikan orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya.

“Mas Bob… mas Bob… mas Bob…,” hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Ika karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi.

Permainan jari-jariku dan lidahku di memeknya semakin bertambah ganas. Ika sambil mengerang¬-erang dan menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya sendiri.

“Mas Bob… Ika sudah tidak tahan lagi… Masukin konthol saja mas Bob… Ohhh… sekarang juga mas Bob…! Sshhh. . . ,“ erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.

Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Ika terlebih dahulu. Aku mau membuatnya orgasme, sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dan memeknya. Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam memeknya semakin kupercepat. 

Gerakan jari tanganku yang di dalam memeknya ke atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding atasnya secara perlahan-lahan. Sementara ibu jariku mengusap-usap dan menghentak-hentak kelentitnya. Gerakan jari tanganku di memeknya yang basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk… Sementara dan mulut Ika keluar pekikan-pekikan kecil yang terputus-putus:

“Ah-ah-ah-ah-ah…”





Description: Cerita Seks Gairah Menikmati Anak Ibu Kost Yang Cantik dan Perawan
Rating: 4.7
Reviewer: Ratna S
ItemReviewed: Cerita Seks Gairah Menikmati Anak Ibu Kost Yang Cantik dan Perawan

Cerita Seks Mendapatkan Foto Bugil Dari Karyawatiku Setelah Melakukan Seks Di Kantor

Cerita Seks Terbaru 2018 Cerita Seks Cerita Seks Mendapatkan Foto Bugil Dari Karyawatiku Setelah Melakukan Seks Di Kantor : Aku Mendapatkan Foto Bugil Yang Ku Minta Dari Karyawati Setelah Melakukan Seks Di Kantor, Cersex Bergambar Cerita Seks : Aku Mendapatkan Foto Bugil Yang Ku Minta Dari Karyawati Setelah Melakukan Seks Di Kantor Cerita Sex Cerita Seks : Aku Mendapatkan Foto Bugil Yang Ku Minta Dari Karyawati Setelah Melakukan Seks Di Kantor, Cerita ml tervaru 2018, xxx Cerita ML Terbaru Cerita Seks : Aku Mendapatkan Foto Bugil Yang Ku Minta Dari Karyawati Setelah Melakukan Seks Di Kantor.



Di kantorku rata-rata karyawannya cewek dan memang sebagian besar udah pada punya suami rata-rata, nah ada temen kantor (beda divisi denganku) yang anaknya asik, walaupun udah punya 2 anak, tapi ngobrol sama dia seru banget..

Gara-gara sering ketemuan sama rekan kantor ini, sering ngobrol sama dia, sering liat-liatan, aku pun betah menggoda. jadi awalnya iseng-iseng aja nyerempet dia ngomongin hal-hal yang menjurus.. eh dia juga ternyata seru juga ngomongin hal-hal yang “menjurus”.

akhirnya diputuskanlah suatu hari aku iseng becandain dia, mau ga diajak mesum . eh dia malahan nantangin “kencingnya udah lurus belom? coba sini liat punya kamu”.. ane anggap itu kode sebagai jawaban OK.. akhirnya aku desek dia beneran mau ML apa ngga. dan ternyata dia memang beneran mau….

Akhirnya hari itu selesai office hour, naeklah kita ke lantai 26 (kantor aku kalo udah diatas udah jam 8, udah gelap, jadi sikon pun mendukung), , (aku di lantai 25, dia di lantai 26), soalnya memang dia yang megang kunci ruangan di lantai 26. kita begitu masuk ruang meeting dan “bertarung” di ruang yang gelap itu.

Awalnya kissing-kissing sama dia, wuh.. lidahnya mantab.. lidah aku di pagut-pagut sama berasa ngilu. susah diungkapkan dengan kata-kata (secara jam terbang doi lebih tinggi dari ane). terus dia penasaran sama burung aku, jadi sembari kissing, dia buka resleting aku dan ngeluarin burung aku sambil di hajar pelan-pelan.. di sela-sela kita kissing, dia bilang kalo burung aku lebih gede dari suaminya…

Wah, makin konak.. langsung baju kantor dia aku buka.. lepas Bra doi, dia remes-remes toket dia yang gede, cuma memang agak turun (tapi aku memang suka sama toket yang gede dan agak ngondoi dikit), aku sempet muji besarnya toket dia dan nanya ukurannya, dia bilang 36C, terus dia nanya “kenapa? sukanya sama yang kecil ya?” tanya dia..

tentu aja ane geleng-geleng kepala dan jawab dengan hisapan-hisapan di toket dia yang pastinya bikin dia mendesah-desah.. aku remes, aku hisap, aku gigit nipplenya.. enak banget.. udah mana nipplenya gede. berasa kaya bayi versi dewasa lagi.. ga lama dari maen sekwilda. aku telentangin dia di atas meja meeting, aku oral vaginanya..


Cerita Seks Mendapatkan Foto Bugil Dari Karyawatiku Setelah Melakukan Seks Di Kantor


aku ga bisa liat jelas bentuk vagina dia karena gelap dan hanya ada sedikit cahaya, tapi bulu mekinya sih ga gitu banyak dan untuk ukuran wanita yang udah 2 kali melahirkan dia tergolong ok banget vaginanya.. yang pasti ga bau ikan asin ya! aku jilat2 tuh meki sampe basah, sampe kadang-kadang dia ga bisa ngomong, cuma bisa “ah-ah-yes-yes” ,

Sekitar 15 menit aku oral dia, akhirnya dia dapet orgasme. selesai dari situ, gantian burung aku yang diservis.. dia dorong aku duduk di kursi meeting, aku disuruh ngengkang supaya dia bisa jilat sunhole aku, buset.. baru pertama kali aku seumur hidup diisep “sunholenya” rasanya mantab banget.

terus dijilat2 “G-spot” aku, naek terus ke buah zakar aku, terus ke batang dan akhirnya ke kepala penis aku.. Buset..sensasinya.. pertama kali aku burung aku di”servis” begitu. doi juga ngoral burung aku ganas banget, soalnya dia suka sama diameter burung aku yang lebih gede dari suaminya dia..

selesai di servis, kita masuk ke posisi doggy style, soalnya doi suka banget sama gaya itu, dan minta aku maenin nipplenya sembari doggy style. kita doggy style sekitar 15 menitan, terus ganti posisi MOT diatas meja meeting sekitar 20 menitan, kemudian karena dia udah sange banget, dia minta WOT, aku mah cuma diem aja nikmatin goyangan dia..

ga lama kemudian dia dapet big O, karena aku belom dapet O, sedangkan aku udah mau keluar bentar lagi.. berhubung dia ga pake kondom dan aku ga mau keluarin didalem (ntar hamil lagi), aku minta doi supaya BJ lagi dan aku minta CIM,

Dia setuju banget.. diisep-isep lagi.. keluar deh semua laharnya.. enak banget.. dia bersihin semuanya sampe bersih.. tapi penisku masih berasa keras, ngeliat penisku belom turun, dia masih napsu makan “pisang” aku lagi.. ya udah ronde dua deh.. lagi enak-enak di servis sama doi…eh hape dia nyala (pake mode silent)..ternyata dari suaminya, katanya bentar lagi nyampe kantor.. langsung deh dia servis versi fast forward.. langsung CIM lagi…

selesai ML, beres-beres, aku nanya ke dia, boleh minta foto bugil nya ga? dia ga mau, soalnya takut keliatan mukanya, ntar ketauan keluarganya… ya udah.. Karena aku suka banget sama teteknya, aku minta foto toked saja.. biar bisa buat bahan masturbasi… eh dia ngasih. He..he..he.. lumayan.

Sejak dari situ.. lumayan sering kita berdua ML di kantor di tempat yang sama. ada sekitar 10-15 kali aku ML sama dia.. dan udah ada video-video pribadi sama dia, tapi ga mungkin aku sebarkan… ga enak sama keluarganye..

Tapi sekarang udah agak susah ML sama dia, soalnya aku dipindah ke proyek lain.. tapi denger-denger pertengahan tahun depan dia mau ikutan di pindahin ke proyek aku.. ak rasanya sudah ga sabar dia pindah satu kantor denganku, biar bisa ngesek lagi.



Description: Cerita Seks Mendapatkan Foto Bugil Dari Karyawatiku Setelah Melakukan Seks Di Kantor
Rating: 4.7
Reviewer: Ratna S
ItemReviewed: Cerita Seks Mendapatkan Foto Bugil Dari Karyawatiku Setelah Melakukan Seks Di Kantor

Kisah Skandal Seks Ngentot Dengan Ibu Guru Sexy Di Sekolah

Cerita Seks skandal ngentot bu guru di sekolah cantik dan sexy, skandal ml dengan ibu guru, guru cantik dan sexy, ngentot nikmat di sekolah, cerita seks di sekolah, sekolah mesum dengan ibu guru pns cantik binal. ibu guru yang binal.







3 bulan pasca pesta seks itu dengan para siswi dan bu ida, kini aku menjalani aktifitasku seperti biasa yaitu sebagai seorang siswa. Aku tidak pernah lagi ngentot dengan bu ida maupun para siswi itu kecuali satu orang yaitu novi. Semenjak kejadian kemarin itu, aku dan novi yang dimabuk cinta akhirnya menjalin hubungan asmara, kami jadian seminggu setelah pesta seks itu, fantasi seks novi memang tidak seliar wiwi, namun mekinya yang tetap rapat selalu membuatku ketagihan menggenjotnya,hehe.

Wiwi sudah mulai jarang ngentot denganku, kurasa ia tergila-gila digangbang dengan pak tikno dan tejo, walaupun masa hukuman kami telah berlalu lama, kurasa wiwi masih beberapa kali memuaskan syahwat pak tikno dan pak tejo, itu kubuktikan sebulan yang lalu, saat aku merasa sangat malas belajar suatu mapel yang diajar oleh guru pria yang killer, aku cabut dari kelas dan berkeliling di sekolahku tanpa arah yang jelas, saatku melintasi gudang sekolah kumendengar desahan yang sangat familiar bagiku, aku memutuskan untuk mengintip.

Dan ternyata wiwi yang berseragam osis menungging di lantai sedang dientot oleh pak tikno dan ia mengulum kontol pak tejo. "Uhhmm...hmmm" desah wiwi tertahan setiap kontol pak tikno menggenjot mekinya, "ketagihan kontol kami ya neng...hehe" ucap pak tikno yang asik menggenjot wiwi. Aku yang menyaksikan sahabatku menikmati permainan gangbang itu hanya terdiam di depan jendela, sambil mengurut kontolku dari luar celana osis. Daripada terus berlarut aku putuskan untuk beranjak dari tempat itu, saat aku kembali ke kelas, ternyata mapel tersebut telah usai.

Para siswa sudah pulang, hanya tersisa tasku di dalam ruang kelas ini, kulekas ambil tasku dan hendak keluar kelas, lalu novi kebetulan melintas dan menegurku "sayang, kok baru pulang?" Tanya novi, "eehh iya sayang, aku males belajar mapel bapak tadi, jadi aku cabut" jawabku. "Oo gitu sayang, yuk pulang" ajaknya. Aku yang dalam keadaan konak menggenggam tangannya bukan mengarah ke parkiran sekolah untuk mengambil motor tapi aku malah menariknya ke ruang uks, setibanya di depan pintu uks novi bertanya "kok kesini yang? Kamu butuh obat?" "Iyah butuh obat, sembuhin aku yang" ucapku sambil menarik tangannya untuk menyentuh kontolku yang sudah ngaceng

"aih...jangan disini dong yang" pekik kecil novi "plis yang, aku ndak tahan, main cepet aja deh" ucapku sambil menarik ia untuk masuk ke uks, aku lekas kunci pintunya, kubuka celana panjang SMAku beserta cd ku, ia yang seolah menyetujui permintaanku untuk 'main cepet', dengan sigap berjongkok di depan kontolku dan mengulum layaknya seponger profesional, "uhh emutanmu sayang" desahku, "ehhmm..hhmm" goda novi sambil menatapku, kulepaskan emutannya pada kontolku

Dan lekas kudorong tubuhnya untuk menungging bertumpu pada kasur uks, "ahh sayang, santai dong" ucap novi. Kuturunkan cd novi lalu kunaikkan rok panjangnya hingga ke pinggul, lekas kuposisikan kontolku untuk menggenjotnya, "uhh" desah novi saat kontolku masuk. "Sshh sayang entot novi..." desah novi. Kugenjot kontolku sedikit keras karena denyutan meki novi semakin memacu nafsuku beserta adrenalinku, cerita seks dengan ibu guru di sekolah. ml nikmat.

"suka sama kontolku yaahh..sshh" desahku, "iyaa sayang...puasin meki novi" desah novi. Jilbab putih yang novi kenakan sudah sedikit kusut karena tanganku yang sibuk meraba-raba punggungnya, begitu juga baju osis yang ia kenakan juga mulai kusut, 3 kancing teratas bajunya kubuka agar aku leluasa meremas toketnya, "jangan keras-keras dong remes tetek novi sayang...ohh" desah novi mendapat serangan double pada mekinya dan toketnya.

"Ahh..ah...novi sampai sayang" desahnya...terasa desiran cairan cinta novi menyembur deras ke palkonku, dan pinggul novi yang terangkat-angkat menandakan ia sangat menikmati orgasmenya, kuterus menggenjotnya, tanpa memperdulikan ia menikmati orgasmenya

"stop dulu ah yang...capek loh ini" pintanya. Kuhentikan genjotanku, kulepaskan kontolku lalu kuangkat tubuhnya agar berbaring diatas kasur uks, aku segera menaiki kasur uks dan kembali memasukkan kontolku, "sayang semangat banget sih ssshh...ahh" ucap novi sambil mendesah.

Setelah beberapa menit aku menggenjot novi, aku merasa bahwa akan orgasme, "uhh uhh sayang, boby sampai" teriakku, kupercepat genjotanku, novi mendorong tubuhku agar aku tak membuang air maniku di rahimnya, "jangan di dalem sayang...plis" pinta novi, "gak apa-apa sayang, aku nikahin kamu nanti" ucapku sambil mencium bibir mungil novi. "Crot...crot....crot" ada 3 semburan air maniku di dalam meki novi, "ohh tidak sayang...hiks hiks" ucap novi sambil sedikit menangis

"cup cup cup jangan nangis sayang, nanti aku tanggung jawab kalau emang hamil" ucapku. "Bener ya...aku sayang kamu boby..tapi jangan kayak gini lagi" ucapnya, aku lekas menciumi cerita seks terbaru: ceritasexbaru.club bibir kecilnya, dan kami berpagutan cukup lama, setelah kurasa maniku sudah terbuang habis, kutarik kontolku dan kulihat ada cairan cinta novi dan maniku yang meleleh dari meki novi dan itu membasahi jembut novi yang kini hitam lebat. Kusegera mengambil tisu agar cairan kami tidak membasahi kasur uks. Lalu kami lekas berpakaian dan pulang.

**********************************************
Keesokan harinya ...
**********************************************
Bu Ecy

Hari ini adalah 3 bulan setelah tragedi permainan serongku dengan siswaku, Boby. Permainan serong yang hampir meruntuhkan rumah tanggaku, pasalnya siswa tersebut membuang spermanya di rahimku, untungnya rekanan sesama guru disini yaitu bu ida memberikan pil kb kepadaku sesaat setelah siswa kurang ajar itu menyetubuhiku, ya walaupun persetubuhan itu atas saran bu ida dan akupun menikmatinya ml di sekolah namun tindakan membuang sperma di rahimku oleh siswa itu cukup membuatku marah terhadapnya. Satu hari setelah kejadian itu, aku diperkosa oleh siswa A dan B yang kini kedua siswa tersebut sudah di DO karena mereka melakukan pemerkosaan terhadap siswi disini, yaitu Nur. Beberapa minggu setelah siswi tersebut diperkosa, siswi tersebut dinyatakan hamil oleh dokter tempat ia konsultasi, maka dari itu siswi tersebut memutuskan untuk berhenti sekolah karena harus menanggung bayi yang akan lahir dari rahimnya nanti yang ayahnya ia tak ketahui yang mana satu.

Semenjak dua kejadian itu, aku semakin intensif berhubungan badan dengan suamiku, karena aku sangat menginginkan hamil dari sperma suamiku. Berbagai macam gaya seks kami praktekan, gaya yang kupelajari saat bermain serong hingga gaya yang kupelajari dari video porno, semuanya kami coba. Dan rezeki memang tak kemana, setelah 2 bulan kami intensif berhubungan badan, akhirnya dokter menyatakan bahwa aku hamil, aku dan suami sangat berbahagia mendengar berita itu. Hari-hariku jauh lebih ceria karena aku selalu bersama si 'kecil' yang ada di dalam perutku ini.

Hari ini masuk bulan pertamaku hamil, terasa payudaraku sedikit menonjol mungkin efek masuk masa kehamilan, sehingga tubuhku cerita seks terbaru 2017 yang biasanya langsing ramping kini terlihat sedikit montok. Aku juga tidak munafik, aku sebenarnya merindukan sodokan penis siswaku yang bernama boby itu, penisnya yang berukuran jumbo dan gemuk cukup membuatku ingin selalu disetubuhi olehnya, namun aku harus menjaga rasa setia suamiku sehingga kumenjauhi pikiran untuk bermain serong lagi.

**********************************************
Boby

Siang ini aku masuk mapel bu ecy, guru yang 3 bulan lalu pernah kusetubuhi atas permintaan beliau melalui bu ida, sejak kejadian aku menumpahkan maniku di rahimnya aku merasa seakan aku dijauhi olehnya dan aku merasa sangat bersalah telah melakukan itu, dari kabar yang berseliweran kudengar bahwa bu ecy sudah hamil bulan pertama, yang berarti ia sudah hamil anak dari suaminya, bukannya membuatku bersyukur akan hal itu, namun ada sensasi tantangan tersendiri dalam diriku, jiwa dan hasrat mendorongku untuk memperkosa bu ecy yang sedang dalam keadaan hamil, dan ya namanya juga anak muda akhirnya kuterpengaruh dan hari ini saat pelajarannya aku membawa perlengkapan yaitu sapu tangan bius untuk kubekap mulutnya, kamera untuk merekam aksiku dan obat kuat serta obat perangsang supaya puas kumemperkosanya,hehe.

Kebetulan mapel beliau ini habis bertepatan pada jam pulang, kumengikutinya dan kulihat ia hendak masuk ke ruang majelis guru, ia hanya meletakkan buku-buku yang ia bawa dan keluar majelis guru, kutebak bahwa ia akan ke wc guru, oleh sebab itu kutunggu ia disana dengan sapu tangan yang sudah kuberi obat bius, saat ia masuk dan hendak menutup pintu, kupeluk erat tubuhnya dari belakang dan kubekap mulutnya pakai sapu tangan tadi, awalnya meronta namun perlahan tubuhnya melemas. Saat ia sudah tak sadarkan diri, kubawa tubuhnya ke ruang uks tempat kemarin siang aku 'main' dengan kekasihku,novi. Kubaringkan tubuhnya dan mulai mengaktifkan kameraku, kurekam tubuhnya dari wajah hingga kaki sambil sedikit kugrepe, "udah hamil makin montok ibu ini" pikirku.

Kumenunggu ia bangun, karena tidak asyik jika memperkosa tapi korbannya gak sadarkan diri, hehe.

Aku naik ke atas kasur dan sedikit berjongkok diatas pahanya, Saat ia bangun, langsung kutahan tangannya yang meronta, "boby! Kurang ajar kamu!" Bentaknya, cerita dewasa ceritasexbaru.club "sst sst bu, jangan berisik ah. Gak nikmat nanti" ucapku sambil mendekatkan wajahku hendak mencium bibirnya, "plak!" Ia menamparku karena salah satu tangannya lepas dari tanganku, saat ia hendak mendorongku menjauh kurebahkan tubuhku untuk menimpanya

"jangan bobyyyyy!" Teriaknya, kusingkapkan jilbab biru yang ia kenakan hari ini ke pundaknya, lalu kuciumi lehernya, "bob hentikan!" Bentaknya sambil mencakar-cakar punggungku yang masih menggunakan baju osis, kulanjutkan rangsanganku dengan meremas kanan dan kiri toket beliau, kukenyot kedua puting toket beliau dan itu cukup membuat beliau menggelinjang

saat kurasakan rontaan beliau berkurang, lekas kuambil pil perangsang yang ada di kocek celanaku, saat ia sedang asik mendesah, kumasukkan pil tersebut kemulut beliau,hendak beliau muntahkan namun kubekap mulut beliau, sehingga dengan terpaksa ia menelan pil tersebut, terlihat matanya berkaca-kaca, kupasangkan kembali baju cerita seks dengan ibu guru dinas beliau yang telah acak-acakan ini, beliau terlihat bingung, lalu kuangkat rok beliau sehingga memperlihatkan paha putih yang ingin kujilati

kulepaskan celana dalam beliau, namun ia sempat menahannya, "plis jangan bob..." pintanya, kutampar tangannya sehingga dengan leluasa kulepaskan cd beliau dan kulempar entah kemana, kini terpampang meki beliau yang sudah sedikit menganga dengan jembut tipis disekelilingnya, kuarahkan kepalaku kesana dan mulai kujilati mekinya sembari kucolok-colokkan jariku ke mekinya, "uhh...sshh..sstop bob...ini gak benar..hhm" desahnya.


Cerita seks terbaru ml di sekolah dengan ibu guruku terjadi skandal sex



Mendengar ia mendesah dan terasa mekinya cukup becek untuk kusodok, aku lalu membuka celana panjang osis dan cdku, kontolku yang tegak keras sudah siap untuk menggempur meki bu ecy, terlihat wajah memohon, namun kutakpeduli, kuarahkan palkonku ke bibir meki bu ecy, dan langsung kulesakkan dengan sekali hentakan, "auhh...bob..plis jangan" pintanya, kudiamkan sejenak, lalu mulai kugenjot pelan, biar terkesan erotis, "bob hentikan..sshh..ahh.." desahnya

"gak usah munafik bu, saya tau ibu kangen kontol saya" ucapku, terlihat wajahnya merah padam. Melihat ia tak lagi menolak, kupikir obat perangsang yang kupaksa ia telan tadi telah bekerja, maka kupercepat genjotanku dan kuambil kamera yang sedari tadi merekam kami, kuarahkan kamera tersebut untuk merekam wajah horny bu ecy

"uhh..apa-apaan kamu bob..jangan ssshh..jangan rekam..uhh" pintanya seraya mendesah. Kusodok sedikit dalam dan kurasa ini adalah pintu rahimnya, aku hanya mau meki bukan mau gugurkan bayinya, jadi kali ini aku tidak main kasar terhadap rahimnya, cukup nikmatin empotan mekinya, kusodok sedikit bersemangat karena terasa mekinya mulai berkedut kedut,pertanda ia akan orgasme

"auhh...auhh...ibu sampai sshh!" Teriaknya diiringi semburan cairan cintanya menghangatkan palkonku, terlihat tubuhnya membungkuk seperti udang lalu kembali ia hempaskan tubuhnya ke kasur uks

"ohh...sshh...ohh..sshh" desahnya sambil ibu guru cantik binal sexy mengatur nafas, ku percepat genjotanku, terlihat toketnya yang berada di dalam baju dinasnya berguncang mengikuti genjotan kontolku

"uhh..bob.." desahnya, "apa bu?" Tanyaku, "jangan lanjut plis.." ucapnya

"masih kuat aja pertahanan batinnya, padahal udah orgasme" pikirku, kulepaskan kontolku dan kuposisikan tubuhnya doggy style, kamera yang dari tadi kupegang, kuletakkan di meja obat, kuarahkan kamera tersebut untuk merekam wajah bu ecy yang sedang kutunggingkan, kupaksa masuk kontolku ke anus bu ecy, ia terlihat meronta

"bob jangan disitu..plis" pintanya, "saya pengen bu" ucapku, "vagina ibu aja...plis vagina ibu aja" mohonnya, "eleh eleh, tadi dientot gak mau sekarang malah minta entot, munafik kamu bu" ucapku sambil kumasukkan palkonku sedikit ke anus bu ecy.

“Ampun boby..perih..hentikan” mohon bu ecy. Kumainkan jariku di meki bu ecy untuk memberikan rangsangan agar beliau lebih rileks, lalu kuhentakkan keras kontolku supaya masuk semua ke anus bu ecy, “Ohh tidak!! Keluarin bob…hentikan!” pekik bu ecy seraya nangis tersedu-sedu.

Jepitan anus bu ecy yang perawan semakin membuatku menggila, kugenjot pelan sambil kuarahkan kamera kumenyorot anus bu ecy yang tengah diisi oleh kontolku

“Shh..keluarin penismu bob..ahh pedih” keluh bu ecy. “Anus ibu punya saya sekarang…ibu jadi lonte saya..uhh” desahku “Plis hentikan boby, kasihan anak saya yang di dalam janin saya sekarang..ohh” pinta bu ecy, aku abaikan permintaan beliau, sangking rapatnya anus bu ecy

Aku tak sanggup lagi untuk menahan maniku muncrat, maka aku percepat hentakkan kontolku dan kusemburkan maniku di dalam anus bu ecy “Crot..crot crot” ada sekitar 3 semprotan mani yang menyembur dari palkonku dan memenuhi anus bu ecy, setelah puas kumuntahkan semua maniku, kulepaskan kontolku dari anus bu ecy

kusorot kameraku ke lubang anus beliau yang kini membentuk huruf O dengan cairan maniku meleleh keluar disertai dengan darah segar anus beliau yang baru saja kuperawani. Beliau masih tertungging di atas kasur uks dengan menangis tersedu-sedu, obat kuat yang kuminum tadi sebelum eksekusi dimuali masih memiliki efeknya, sehingga beberapa menit setelah kusemburkan maniku tadi, kontolku kembali ngaceng, kulap kontolku yang dibasahi oleh maniku dan darah anus bu ecy dengan tisu yang ada di ruang uks. Kutarik tubuh beliau agar membungkuk bertumpu pada pintu uks

“Hiks..hiks..belum puas juga kamu bob! Udah bob, ibu udah gak kuat” pintanya, “saya belum puas bu, meki ibu membuat kontol saya ketagihan, akan saya beri kepuasan kedua bagi ibu” ucapku seraya kembali memasukkan kembali kontolku di masukan ke anunya bu guru ke meki bu ecy yang sudah sedikit mengaga karena kugempur tadi

“Uhh..sshh” desahnya menerima hentakkan kontolku, di samping pintu uks terdapat jendela kecil yang tertutup kain horden, aku yang sedang asik menggenjot bu ecy menepikan horden tersebut dan kulihat bu ida mengerlingkan matanya, lalu berlalu meninggalkan kami,

“Ohh..sshh..ibu sampai bob” desah bu ecy. Kutarik keluar kontolku dan kulihat pinggul bu ecy bergoyang-goyang seolah meminta untuk kembali kugenjot mekinya

“Uhh….uhhh..kok dicabut sih bob..ibu hampir sampai” ucapnya sambil mengarahkan tangannya untuk menggaruk mekinya sendiri, kutepis tangannya itu dan berkata “ibu harus mau jadi lonte saya mulai sekarang, kalau ibu mau saya puaskan sekarang”, terlihat gundah galau bersatu di tatapannya..”baiklah boby…plis puasin ibu” ucapnya merendah.

Kusegera kembali genjot kontolku di meki bu ecy dengan sedikit keras, karena efek obat kuat yang kuminum tadi sepertinya sudah mulai habis, kutarik bahunya agar lurus dengan tubuhku, kuremas-remas kedua toketnya dan kujilati lehernya yang ditutupi oleh jilbab birunya

“Ohh..ohh…sshh..ibu sampai bob! Sshh” desahnya, terasa desiran cairan cintanya menghangatkan palkonku, aku yang juga sudah tidak tahan menghentakkan sedikit dalam kontolku ke meki bu ecy, “Crot…crot…crot…crot” ada sekitar 4 semburan maniku memenuhi liang meki bu ecy, “Ohh..akhh bob..kamu lepasin di dalam lagi..sshh” desahnya menerima semburan maniku, setelah puas kumuntahkan maniku

kulepaskan dekapanku sehingga bu ecy tersungkur di lantai, ia masih terengah-engah, lekas kusorot kameraku ke mekinya lalu kukangkangkan kedua pahanya, terlihat cairan cintanya beserta maniku keluar deras dari mekinya, “Uhh..ibu puas..” ucapnya.

Setelah nafasnya mulai normal, “Plak!” ia menampar pipiku, aku yang sedang asik melihat hasil rekamanku hari ini, “kurang ajar kamu ya! Kamu saya DO!” bentaknya, “DO? Saya di DO, ibu bakal jadi guru lonte disini” ucapku santai. “maksudmu?!” tanyanya.

“iya saya punya rekaman pemerkosaan tadi, jika ibu DO saya maka akan saya sebarkan ini, begitu juga jika ibu ngadu ke suami atau bahkan orang lain, maka akan saya sebarkan juga video ini, biar banyak yang mau entot ibu! Haha” ucapku sembari mengenakan kembali pakaianku, bu ecy terdiam mendengar ucapanku, “udah lah bu, jadi lonte ya lonte aja, nanti kalau udah lahiran kabarin saya ya” ucapku, “kabarin kamu buat apa?! Kan ini bayi dari sperma suamiku!” ucapnya, “Mana mau saya bayi ibu, saya cuman mau ngentot ibu” ucapku seraya meremas toketnya lalu kutinggalkan ia di uks.

Aku ke majelis guru dan bu ida belum pulang, kusamperin beliau dan berkata “nih sukses bu, mana bayaran saya?” ucapku. “Memang eksekutor dan gigolo handal kamu ya, nih buatmu” ucap bu ida seraya memberikan segepok uang untukku. “besok kamu ke ruang kepsek ya, kasih tau bos kita itu bahwa ada mangsa baru” ucap bu ida sambil mengerlingkan matanya lagi.



Description: Kisah Skandal Seks Ngentot Dengan Ibu Guru Sexy Di Sekolah
Rating: 4.7
Reviewer: Ratna S
ItemReviewed: Kisah Skandal Seks Ngentot Dengan Ibu Guru Sexy Di Sekolah

Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja - [Part 1]

Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja - Irene memandangi jendela. Tetes air hujan memercik mengalir di daun jendela. Malam terasa makin larut. Angin bercampur hujan sejak sore tadi seakan tidak henti-hentinya menyemai tanah.

Wajah Irene menunjukkan raut muka sedih sekaligus bosan. Bagaimana tidak, Ia baru putus dengan pacarnya Mike seminggu lalu. Hubungan 7 tahun yang tidak membuahkan hasil apa-apa selain kesenangan dan tentu saja sex. Sex is Zero, Irene teringat sebuah judul film korea.

Irene kembali memalingkan wajahnya ke arah televisi yang sedang menayangkan credit title sebuah film drama yang baru ditontonnya. Tangannya meraih remote mencoba mencari film lainnya di televisi kabel. Pikirannya masih ngelantur teringat Mike, sekeras apapun Irene mencoba melupakannya tetap bayangan Mike seakan masih mengikutinya.



Irene menghela nafas ketika tidak kunjung menemukan film yang dikehendakinya.

Baby sitting sungguh menyebalkan. Tapi ia harus melakukannya karena memang tugas yang harus dijalankannya sebagai bentuk terima kasih kepada kakak yang telah membiayai kuliahnya. Ira, kakak Irene adalah seorang pengusaha. Setelah ditinggalkan suaminya karena kecelakaan, Ira menjadi single mother. Tugas yang sangat berat karena saat itu selain membiayai Ardi anak satu-satunya yang masih balita, ia harus juga membiayai Irene yang saat itu masih kuliah. Namun perjuangan gigih kakaknya membuahkan hasil yang baik, rumah besar mentereng di kawasan Sentul, yang di isi pula oleh deretan mobil mewah yang mejeng di garasi sampai bisa membuat Tony Stark atau Bruce Wayne iri melihatnya. Kedua kakak beradik itu berasal dari keluarga tidak mampu, jarak antara Irene dan Ira pun terpaut 15 tahun, dan hoki nya Ira selalu mendapat beasiswa sehingga ia mampu meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi dan kemudian membiayai adiknya. Irene kini berusia 27 tahun.

Biasanya rumah Ira diurus oleh Bi Ami, pembantu rumah tangga kepercayaan, namun Bi Ami sedang sakit demam berdarah sehingga harus dirawat. Irene pun menggantikan tugasnya mengurus rumah, bukan mengurus mungkin yang dimaksud menjaga Ardi yang masih duduk di kelas 2 SMP. Selain itu sejak dulu, memang Irene sudah terbiasa momong Ardi sejak masih balita, kalau anak itu ditinggal oleh ibunya

Saat ini salah satu perusahaan Ira di Malaysia sedang mengalami kasus, sehingga sebagai owner, Ira harus mondar-mandir untuk mengurusi. Irene sendiri sudah bekerja sebagai Public Relation di sebuah Golf Club di pinggiran kota Jakarta.

Irene memang sedang galau to the max hari itu, malam minggu yang biasanya di isi dengan kegiatan bersama Mike, Entah nge-gym, dugem, one night stand, atau dinner, kini semua telah sirna setelah Mike menghamili gadis selingkuhannya, sehingga membuat hubungan mereka berantakan. Mike memang ganteng, siapa juga wanita yang menolak untuk diajak berhubungan olehnya, mungkin cuma wanita buta yang menolak, namun selama hubungan bersama Irene, lelaki itu lebih banyak focus kepada hubungan mereka, entah kenapa ternyata si Mike bisa kepincut gadis kampung yang bernama Siti, yang kalau dibandingkan dengan Irene terlihat seperti perbandingan antara langit dan pinggiran got. Tentu saja, Irene yang tubuhnya tinggi semampai dengan kulitnya yang putih mulus dan rambutnya yang selalu dipotong sebahu, perut rata dan dada yang membusung kencang sehingga dapat membuat semua lelaki yang melihat langsung coli di tempat.

Dibanding gadis kampung yang hitam, gendut dan bau ketek, kog bisa ya Mike ngaceng liat itu cewek? kutuk Irene dalam hatinya. Atau jangan-jangan Mike dipelet. Irene menyingkirkan jauh-jauh pikiran itu. Ia segera bangkit berdiri dan berjalan ke arah tangga.

Irene ingin mengecheck Ardi. Sudah pukul 11 malam, jangan-jangan itu anak masih main video game. Irene berjalan mengendap-ngendap diantara anak tangga, dengan maksud mengejutkan keponakannya. Kalau masih main video game pasti langsung kalang kabut dan konsentrasi anak itu berantakan, timbul pikiran iseng Irene.

Irene sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya sesampainya di lantai atas. Terlihat di layar televisi menayangkan film porno. Sedangkan Ardi duduk di sofa panjang yang membelakangi tempat Irene berdiri. Tangan Ardi sedang berada di selangkangan, dan melakukan gerakan masturbasi. Dasar ABG tanggung.

“Kamu lagi ngapain?” Irene berkata dengan nada kasar.

Ardi yang lagi asyik coli langsung meloncat berdiri menutupi layar televisi begitu mendengar suara tantenya. Sehingga ia memperlihatan burung yang masih digenggamnya itu.

“arrggh…” Ardi tiba-tiba mengeram. Burung nya reflek menyemburkan peju.

Irene ingin tertawa melihat keponakannya itu, tapi ia tetap jaga wibawanya. Mau tidak mau Irene melihat titit anak itu yang sedang memancarkan peju di hadapannya. Bukan pertama Irene melihat alat kelamin laki-laki. Selain Mike, Irene pernah juga melihat milik Rere, mantan yang mengambil keperawanannya.

Ardi tampak pucat pasi, Ia panic, karena secara tidak sadar mempertontonkan burungnya, ditambah nge-crot dengan posisi yang sangat bodoh dihadapan tantenya yang seksi itu. Mampus gue, Ardi membatin. Ia tidak bergerak mematung diam dengan ekspresi bodohnya.

“kamu belum tidur?”

“ng..nggak bisa tidur ta..tante.” Ardi menjawab gugup.

“ya udah bersihin burungnya! Pakai lagi celananya nanti masuk angin! Jangan tidur malam-malam ya.” Kata Irene sambil tersenyum manis.

Irene memang tidak marah karena menurutnya wajar anak seusia Ardi coli sambil nonton bokep. Masih masa puber mereka itu, asalkan jangan ketahuan narkoba atau minum alcohol saja. Irene beranjak menuruni tangga meninggalkan Ardi yang masih shock.

Ardi heran, ternyata tantenya tidak marah, tapi ia sangat kaget ketika mendengar suara tantenya itu. ia sama sekali tidak mendengar suara langkah kaki Irene ketika menaiki tangga. Mungkin karena sedang asyik-asyiknya coli. Tapi memang sejujurnya Ardi sedang membayangkan keseksian tante Irene ketika coli, walaupun di layar televisi menayangkan Aoi Tsukasa sedang di gangbang oleh 5 lelaki. Aneh kata Ardi dalam hati.

Irene masih berada di depan laptopnya. Setelah makan siang, Irene memang hanya bisa terpaku di depan laptopnya. Jam 2 siang, sungguh hari minggu yang membosankan. Apalagi di social media tidak henti-hentinya kabar hoax berkeliaran. Membosankan. Irene bangkit dari ranjangnya.

Melintasi tangga yang menuju kamar Ardi, samar-samar Irene mendengar suara desahan lenguhan wanita. Duh, ini anak nge-bokep mulu, dasar ABG. Irene cuek saja, sambil berjalan menuju dapur. Ia memang ingin mengambil air karena haus. 

Sambil meneguk air dari gelas kaca, Irene teringat kejadian tadi malam. Ia sampai geli sendiri, Tiba-tiba terbersit di pikiran Irene untuk mengerjai Ardi lagi. ia menaruh gelasnya dan menuju tangga, seperti semalam Irene bergerak menaiki tangga seperti ninja, melangkah tanpa suara. Sampai dilantai atas, Ardi masih dalam posisi yang sama seperti kemarin. Hanya kali ini film barat yang diputar. Berjingkat Irene mendekati. Irene segera merangkul Ardi dari belakang. Tentu saja anak ABG bertubuh kurus itu kaget setengah mati. Lagi-lagi ke-gap.

“coli terus ya kamu.” Irene berbisik.

Dan seperti kejadian semalam, titit Ardi langsung nge-crot dikagetkan oleh Irene. Tapi kali ini posisinya duduk. Tetap saja, anak ABG itu kaget setengah mampus sampai nge-crot. Ia tidak menyangka kalau Irene akan datang lagi. Ardi sengaja memang menyetel bokep dengan suara normal, karena tahu tantenya tidak marah.

Semalam posisi nge-crot nggak enak, dan siangnya Ardi dapet posisi nge-crot yang sama nggak enaknya kayak semalam. Lagi asyik coli terus di kagetkan tante nya. Anjing ni! Ardi mengutuk dalam hati.

Irene duduk di samping Ardi yang masih shock. Irene mengambil beberapa lembar tissue yang ada di meja dihadapannya.

“nih di lap dulu.” Irene memberikan tissue kepada Ardi.

Ardi mengambil tissue tersebut dan mengelap titit nya yang mulai melemas. Mengelap peju nya yang berceceran di kursi dan lantai.

“tante ikut nonton ya.” Kata Irene.

Irene mulai berpikiran nakal. Bagaimana kalau ini anak ditemani nonton bokep.

“eng..egh..” ardi tidak bisa menjawab karena canggung.

“minum dulu gih! Santai aja kalau sama Tante.” kata Irene menenangkan keponakannya itu. “tante biasa kog nonton beginian.”

Ardi tidak menjawab ia memakai celana dalamnya. Kemudian ia meraih gelas berisi soda yang memang disiapkannya untuk menikmati hari minggu. Minum cola setelah coli. cola dan coli memang pasangan serasi ,sama-sama diawali dengan huruf c.

Irene tersenyum penuh keisengan. Lucu sekali melihat ekspresi keponakannya ketika kaget setengah mati tadi.

“kog ditutup burungnya.” Kata Irene ketika Ardi menyender di sofa. Irene sengaja menggoda Ardi.

“malu sama tan..te.” kata Ardi kaku.

Timbul keisengan yang lain. Daripada bosan main internet, bagaimana kalau burung ini anak di elus-elus, Irene mulai berpikir nakal. Sebagai wanita yang sudah sering berhubungan seks tentu saja Irene tidak canggung memegang barang lelaki. Tangan Irene kemudian mengelus-elus burung ardi yang tertutup celana dalam itu.

Ardi kaget, dengan perlakuan tantenya. Ia gugup setengah mati. Tidak menyangka kalau tantenya akan bertindak demikian.

“santai aja.” Kata Irene. “enjoy, tante lagi bosan nih. Kamu senderan aja.”

Ardi menuruti tantenya. Mata anak ABG itu kembali melihat adegan seks di televisi. Ia melirik Irene yang sedang menonton sambil tangan perempuan itu mengelus-elus burung Ardi yang masih tertutup celana dalam.

Sudah lama Irene tidak memegang kontol. Setelah putus dengan Mike, bahkan sejak sebulan lalu ia sudah tidak berhubungan seks. Jadi wajar saja hari ini timbul pikiran-pikiran nakal Irene. Ia memang sengaja ingin mengerjai keponakannya. Hitung-hitung memberikan seks education.

Kontol Ardi cukup normal untuk anak seumurannya. Walaupun, tidak bisa jika dibandingkan dengan Mike atau Rere, karena Ardi masih dalam masa pertumbuhan. Di elus-elus terasa perlahan-lahan kontol milik Ardi mulai mengeras. Walau baru ejakulasi tadi tapi untuk anak seusia kelas 2 SMP, untuk kembali ereksi tidak diperlukan waktu lama.

Irene timbul lagi ide nakalnya, ditambah film bokep tersebut mulai sedikit membangkitkan libidonya. Ia bangkit dan berdiri di hadapan Ardi.

“kamu belum pernah liat cewek bugil live kan?”

Sambil tersenyum nakal Irene membuka kaos ketatnya di hadapan anak itu. Sontak saja Ardi terperangah, antara takjub dan kagok. Perempuan seksi yang sering jadi bahan bacolnya kini membuka baju di hadapannya. Mempertontonkan kedua buah dada yang bulat dan ranum. Ardi menelan ludah melihat benda bulat putih dan padat yang tertutup bra berwarna hitam. Ardi diam mematung melihat Irene melepas celana pendeknya. Dan hanya memakai pakaian dalam saja. Sungguh sempurna body Irene, buah dada menyembul padat, pantat yang bulat, perut yang rata. Sambil tersenyum nakal Irene bergoyang erotis sambil melepas tali bra nya. Kemudian mempertontonkan kedua payudara indahnya di hadapan anak smp itu.

Ardi menahan nafas melihatnya. Kalah sudah film bokep yang di tontonnya. Anak itu merasakan kontol nya tegang maksimal sampai kepala kontolnya keluar mengintip dari balik celana dalamnya.

Irene kembali duduk di samping Ardi. Ia meraih tangan kiri Ardi dan ditaruhnya di buah dadanya.

“pegang! Kayak gini.” Kata Irene. “sini tangan satunya!”

Ardi menjulurkan kedua tangannya. Baru kali ini ia merasakan dada perempuan sungguhan. Mulus, putih dan bulat.

“diremas pelan-pelan saja.” Kata Irene. “nah gitu donk”

Ardi mulai meremas-remas dengan pelan. Perasaan gugup Ardi perlahan menghilang digantikan dengan nafsunya. Ia sudah tidak berkonsentrasi dengan bokep, ia mulai bernafsu dengan dada Irene. Tangan Ardi mulai menyentuh putting susu kecoklatan itu. Putingnya mancung kecil dan menggairahkan.

“jarinya diputar kayak gini.” Kata Irene mencontohkan sambil memegang jari telunjuk Ardi yang berada di buah dada nya.

Ardi mulai memutar jari telunjuknya, sesuai petunjuk dari tantenya itu.

“hmmm…eeh.hm.” Irene mendesis menahan geli.

Memang putingnya adalah salah satu titik sensitive bagi Irene. Ardi mulai memberanikan diri, ia mendekatkan mulutnya ke putting susu kecoklatan itu. Di julurkannya lidahnya menjilat putting tantenya itu.

“nakal kamu ya.” Kata Irene sambil kegelian. “dihisap sayang.”

Ardi mulai mengempot puting susu tantenya itu. Seperti bayi menyusui. Sementara tangan kanannya masih bergerilya memutar jari telunjuk di putting seraya meremas buah dada putih bulat itu.

Tangan kanan Irene menelusup kedalam celana kolor Ardi dan meraih kontol anak itu. Digenggamnya dan di kocoknya kontol yang sudah ngaceng kencang itu. Giliran Ardi kegelian. Baru kali ini ia merasakan menyentuh dan disentuh oleh perempuan.

Irene mulai merasakan tangan dan lidah Ardi memberikan rasa geli, membangkitkan libidonya yang terpendam. Hasrat nya sebagai seorang wanita yang sedang kesepian mulai bangkit. Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja

Secara tidak sadar, tangan kiri Irene menelusup di balik celana dalamnya sendiri. Mengorek-orek lubang vaginanya sendiri. Jilatan Ardi memang masih polos, tapi cukup untuk membuat gairahnya high. Gairah Irene perlahan mulai memuncak. Jemari lentik Irene menyentuh dan mempermainkan klitorisnya. Matanya mulai merem melek.

Sedangkan Ardi tidak henti-hentinya menyusu pada tante nya itu. Padet dan bulat, kulit putih tantenya bening sehingga terlihat samar urat-urat tipis buah dada yang berwarna kebiruan dibalik kulitnya. Lidahnya mulai membuat gerakan memutar di buah dada kiri tantenya, terkadang di gigit kecil putting susu coklat tersebut.

Irene mulai merasakan geli dan gatal di sekujur tubuhnya. Gairahnya sudah memuncak. Buah dada Irene mulai mengeras tanda orgasme segera tiba. Damn, cepat banget, kata Irene dalam hati.

“ssstt…ah..ah..ah” Irene mendesah merasakan ejakulasi. Vaginanya basah membasahi jemari lentiknya. Membanjir di seluruh bibir vaginanya membasahi celana dalam putih nya.

Ardi yang masih polos melepas hisapannya dan melihat ekspresi tantenya itu. Irene mendesah-desah tidak karuan. Matanya terpejam dan kepalanya mendongak keatas. Tangan Irene yang mengocok kontol anak itu dan meremas-remasnya seiring gelombang orgasme yang melandanya. Tangan Ardi merasakan toket Irene dalam genggamannya mengeras sesaat ketika perempuan itu berada dalam puncak ejakulasi dan kemudian melembut lagi seiring meredanya gelombang orgasme.

Irene membuka matanya ketika gelombang besar orgasme mereda. Ia melihat Ardi yang tampak bengong dihadapannya. Walau sering nonton bokep tapi baru kali ini Ardi melihat wanita orgasme. Irene tersenyum nakal. Tangan kanannya masih menggenggam kontol Ardi. Diteruskan gerakan mengocoknya.

Ardi merem-melek kegelian. Tangannya masih terus berada di toket kenyal Irene, meremas-remas sesuai petunjuk pemakaian dari tantenya.

“kamu belum keluar, Ar?” Kata Irene sambil terus mengocok.

Ardi menggeleng dengan wajah polosnya itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa karena hanya rasa nikmat yang mengumpul di tititnya. Pengalaman yang mungkin tidak akan Ardi lupakan seumur hidupnya nanti.

Pegal juga kata Irene dalam hati. Gimana kalau anak ini dikasih pelajaran lebih jauh, Irene mulai berfikir. Kalau disudahi memang mau ngapain dibawah, main internet, nonton tv, tidur? Irene berfikir sambil mengocok kontol anak itu. Sebodo lah, biar ini anak belajar jadi laki-laki.

Irene pun melepaskan genggaman kedua tangan Ardi pada buah dadanya. Kemudian, Ia berdiri dan melepas celana dalamnya di hadapan Ardi.

Terlihat vagina Irene dengan bulu jembut yang tercukur rapi membentuk garis lurus. Ardi menelan ludah melihatnya. Kali ini live bukan di film bokep. Ardi benar-benar mengagumi keseksian tubuh tantenya itu. Setiap kali ia hanya bisa memandang body seksi yang selalu tertutup pakaian, namun kali ini body seksi itu dalam keadaan bugil total tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh indah itu.Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja

“Mau coba dimasukin ke pepek tante?” kata Irene sambil merebahkan diri kembali ke sofa.

Nggak perlu di tanya dua kali Ardi langsung sigap berdiri dan melepas celana dalamnya dan bajunya. Memang itulah yang sebenarnya dia minta sedari tadi, tapi tidak berani ngomong sama tantenya. Kini Ardi juga telanjang bulat, kontolnya terjulur manggut-manggut tanda setuju dengan ide Irene. Kapan lagi bisa menikmati tubuh seksi tantenya yang selama ini cuma jadi bahan bacol nya saja. Apalagi perempuan itu mengambil posisi tiduran di sofa bersiap memberikan pelajaran selanjutnya. Irene membuka pahanya sehingga Ardi dapat melihat vagina yang merah kecoklatan.

Ardi menelan ludahnya. Ia langsung naik ke sofa dan memposisikan dirinya diantara selangkangan Irene. Nafsu Ardi sudah berada di ujung ubun-ubun melihat tubuh bugil itu.

“sini!” kata Irene.

Ardi langsung memposisikan diri menindih tubuh telanjang mulus itu. Tangan Irene meraih kontol Ardi dan di taruhnya di ujung bibir vaginanya.

“nah kamu dorong!” kata Irene.

Ardi mendorong kontolnya memasukkan kepala penis. Ini pertama kalinya ia menikmati memek perempuan. Kontol Ardi yang sudah bernafsu itu langsung membuka dengan keras bibir vagina Irene yang terasa legit itu, Ardi mendorong dengan keras kontolnya memasuki lobang memek Irene yang sudah basah itu sampai mentok.

“auughff..” kata Irene. “lain kali pelan-pelan sayang. Kasian nanti ceweknya, kontol kamu keras banget.” Irene sudah menduga kerasnya kontol anak abg ini.

“maaf tante.” kata Ardi.

Ardi merasakan hangatnya memek Irene. Seperti ada yang memijat-mijat di sekujur batang kontolnya.

“goyang donk!” kata Irene yang melihat Ardi malah diam setelah kontolnya masuk.

“nanti kalau keluar bagaimana tante?” kata Ardi.

“keluarin aja di dalam, tante ada pil kb kok.” Kata Irene. “ayo.”

Kedua tangan Irene meraih pantat Ardi dan mendorong-dorongnya, memberikan contoh. Dilingkarkannya kedua kakinya di paha Ardi memberikan force supaya anak itu mudah bergoyang dalam menikmati hubungan seks pertamanya.

Ardi mulai menggoyangkan pantatnya. Ia secara insting, meniru adegan film-film bokep. Irene memeluk Ardi, membuat dada anak itu bersentuhan dengan buah dadanya. Ardi merasakan tititnya berasa tergesek pada sebuah cincin dari daging yang adalah lobang uterus Irene. Memek legit itu terasa licin karena Irene sudah orgasme tadi. Tapi tidak lama, Ardi merasakan desakan dari dalam kontolnya. Mengalir sepanjang kontolnya sehingga membuatnya mempercepat genjotannya.Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja

Croot…

Air mani Ardi membanjir di lobang vagina Irene, sebagian terasa memancar kencang ke ujung rahim Irene. Ardi merasakan badannya seperti kesetrum dan kontolnya seperti di emut-emut oleh dinding-dinding vagina lembut dan becek itu. Ardi kejang-kejang ketika menyemburkan air mani di dalam vagina hangat itu. Air mani yang banyak dan kental.

Akhirnya Ardi bisa nge-crot dengan enak. Tidak seperti semalam dan tadi, kali ini tampaknya tante nya menggantinya dengan nge-crot di memeknya. Hal yang baru pertama kali Ardi rasakan.

Ardi menindih tubuh telanjang tantenya itu. Toket ranum Irene terasa sangat empuk menekan dadanya. Kontol ardi pelan-pelan melemas dan keluar dari dalam memek sempit itu. Ardi memisahkan diri, Ia lemas dan mengambil posisi duduk.

Irene bangkit dan mengambil tissue untuk mengelap air mani yang mengalir keluar dari lubang memeknya. Ia merasakan sebagian air mani Ardi ada yang mengendap di rahimnya. Ya sudahlah nanti ada pil kb, katanya dalam hati.

Irene memunguti bajunya dari lantai. Dilihatnya keponakannya itu masih bersandar sambil memperhatikannya. Irene menaruh bajunya. Masih dalam keadaan bugil, Irene segera berjongkok di hadapan anak itu. Di raihnya kontol Ardi yang tampak lemas.

“sini tante bikin bangun lagi.” Kata Irene sambil menjilati kepala kontol Ardi.

Ardi mengerang geli ketika lidah Irene mulai berputar-putar di kepala kontolnya.

BERSAMBUNG,,,Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja 2



Description: Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja - [Part 1]
Rating: 4.7
Reviewer: Ratna S
ItemReviewed: Cerita Seks Dengan Tante Irine Kesepian Saat Remaja - [Part 1]

Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA

Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA - Riska adalah seorang gadis pelajar kelas 3 di sebuah SMU negeri terkemuka di kota YK. Gadis yang berusia 17 tahun ini memiliki tubuh yang sekal dan padat, kulitnya kuning langsat. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya juga lumayan cantik.

Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya tengah bertugas di ibukota, sedang kakak-kakaknya tinggal di berbagai kota di pulau jawa ini karena keperluan pekerjaan atau kuliah. Maka tinggallah Riska seorang diri di rumah tersebut, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.



Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Riska sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.

Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah Parno, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Riska. Parno, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.

Sosok pribadi Riska memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada Parno yang sering mengantarkan Riska dari jalan besar menuju ke kediaman Riska yang masuk ke dalam gang.

Suatu sore, Riska pulang dari sekolah. Seperti biasa Parno mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK. Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA Dan Parno memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Riska. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Riska nanti akan dikerjai. Parno sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

“Lho koq lewat sini Pak?”, tanya Riska.
“Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Parno sambil terus mengayuh becaknya.

Dengan sedikit kesal Riska pun terpaksa mengikuti kemauan Parno yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Parno, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Parno membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

“Lho kenapa masuk sini Pak?”, tanya Riska.
“Hujan..”, jawab Parno sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Riska menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah.

“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..”, ujar Parno sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Riska yang masih duduk di dalam becak.

Bagai tersambar petir Riskapun kaget mendengar ucapan Parno tadi.

“A.. Apa maksudnya Pak?”, tanya Riska sambil terbengong-bengong.
“Non cantik, kamu mau ini?” Parno tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar. Cerita Seks

Riska terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

“J.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta Riska dengan wajah yang memucat.

Sejenak Parno menatap tubuh Riska yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya kedua paha Riska yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu. Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.

“Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, Riska mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Parno yang semakin mendekati tubuhnya.

Tubuh Riska mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Parno yang mulai menjamah paha Riska, tapi percuma saja karena kedua tangan Parno dengan kuatnya memegang kedua paha Riska.

“Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, Riska meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Parno malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Riska itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Riska.

Riska pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Parno mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Riska. Tubuh Riska menggeliat ketika tangan-tangan Parno mulai menggerayangi bagian pangkal paha Riska, dan wajah Riska menyeringai ketika jari-jemari Parno mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

“Iihh..”, pekikan Riska kembali menggema di ruangan itu di saat jari Parno ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.

Tubuh Riska menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Parno semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah Riska yang megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari tengah Parno yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.

“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Riska. Saat ini lubang kemaluan Riska telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari Parno.

Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Parno mencabut jarinya dari lubang kemaluan Riska. Riska nampak terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Parno kemudian menarik tubuh Riska turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Riska hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Parno juga menikmati wanginya tubuh Riska sambil terus meremas remas pantat gadis itu.Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA

Selanjutnya Parno mulai menikmati bibir Riska yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Riska mendesah-desah di saat Parno melumat bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Riska oleh gigi dan bibir Parno yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman Parno pun bergeser ke bagian leher gadis itu.
“Oohh.. Eenngghh..”, Riska mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Parno.

Cengkeraman Parno di tubuh Riska cukup kuat sehingga membuat Riska sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Riska pasrah di hadapan Parno yang tengah memperkosanya. Setelah puas, kini kedua tangan kekar Parno meraih kepala Riska dan menekan tubuh Riska ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Parno yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Parno kepala Riska dihadapkan pada penisnya.

Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA


“Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Parno sambil menjambak rambut Riska.

Takut pada bentakan Parno, Riska tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisak-isak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Parno mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Riska.

“Hmmphh..”, Riska mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi Riska menggelembung karena batang kemaluan Parno yang menyumpalnya.
“Akhh..” sebaliknya Parno mengerang nikmat. Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Riska di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Riska.

Riska menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Parno. Sementara kedua tangan Parno yang masih mencengkeram erat kepala Riska mulai menggerakkan kepala Riska maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Riska. Suara berdecak-decak dari liur Riska terdengar jelas diselingi batuk-batuk.

Beberapa menit lamanya Parno melakukan hal itu kepada Riska, dia nampak benar-benar menikmati. Tiba-tiba badan Parno mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Riska semakin cepat sambil menjambak-jambak rambut Riska. Wajah Parno menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan.. Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA

“Aakkhh..”, Parno melengking, croot.. croott.. crroott..

Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Parno yang mengisi mulut Riska yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Riska berusaha melepaskan batang penis Parno dari dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Parno mencengkeram kuat kepala Riska. Sebagian besar sperma Parno berhasil masuk memenuhi rongga mulut Riska dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari sela-sela mulut Riska.

“Ahh”, sambil mendesah lega, Parno mencabut batang kemaluannya dari mulut Riska.

Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Riska. Demikian pula halnya dengan mulut Riska yang nampak basah oleh cairan yang sama. Riska meski masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock setelah diperlakukan Parno seperti itu.

“Sudah Pak.. Sudahh..” Riska menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk ‘bernego’ dengan Parno yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Riska.

Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Parno membuat tenaganya menjadi kuat berlipat-lipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

Parno kemudian memegang tubuh Riska yang masih menangis terisak-isak. Riska sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan. Badan Riska bergetar ketika Parno menidurkan tubuh Riska di lantai gudang yang kotor itu, Riska yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Parno.

Setelah Riska terbaring, Parno menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Riska hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Parno memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Riska. Kedua mata Parno pun melotot tajam ke arah kemaluan Riska. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir vaginanya, indah sekali.

Parno langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Riska. Riska menjerit ketika Parno mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang vagina Riska.

“Aakkhh..”, Riska menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

Kedua tangan Riska ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Riska dengan kasar dan bersemangat.

“Aaiihh..”, Riska melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang penis Parno. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan Riska.
“Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Parno mendesis nikmat.

Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Parno langsung menggenjot tubuh Riska dengan kasar.

“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Riska mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Parno yang keras dan kasar. Sementara Parno yang tidak peduli terus menggenjot Riska dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Riska yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

Sekitar lima menit lamanya Parno menggagahi Riska yang semakin kepayahan itu, sepertinya Parno sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi Riska, sampai akhirnya di menit ke-delapan, tubuh Parno kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Parno pun berejakulasi.

“Aahh..” Parno memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Riska yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan Parno.

Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Parno. Parno puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Parno dengan becaknya kembali mengantarkan Riska yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, Riska tak mampu lagi berjalan normal hingga Parno terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA

Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Parno dengan leluasa menuntun tubuh lemah Riska hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Riska bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek itu, Parno pun kemudian meninggalkan Riska dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Riska yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya. Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA



Description: Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA
Rating: 4.7
Reviewer: Ratna S
ItemReviewed: Cerita Seks Akibat Pergaulan Bebas, Rok Ketat Riska Teman SMA

Blog dewasa untuk anak dewasa aja ya, yang masih kecil ngumet di bantal dulu aja ntar kalau udah gede dan pada udah punya pendamping hidup silahkan main lagi ke sini, OK OK. dan sekarang kalau kalian masih merasa kesil ya monggo keluar dulu dari blog ini.